Awal Cerita :)

146339

Saat tahun 1997 lahirlah seorang anak, yang bernama Gemal Abrrar. * Ala ala dongeng  gitu ceritanya bhaakkk! saat itu aku lahir tanggal 3 juni, entah kenapa orant tuaku memberi nama Gemal Abrrar, mungkin ada hal atau kejadian khusus yang membuat mereka memberinamaku Gemal Abrrar. Saat aku lahir mamaku menceritakan padaku bahwa akulahir dengan tali ari ari yang membelit leher dan badanku, yang membuat orang tuaku panik takut terjadi pada anak mereka.* aduhhh jadi merasa di istimewakan heheh. Tapi semua orang tua pastikan akan khawatir jika, mungkin anak mereka akan lahir dengan keadaan yang seperti aku alami, mamaku bertanya pada dokter yang membantu proses lahiran mamaku, ” Dok. gak  apa apakan dengan bayi saya dok? ” ” Tidak apa apa, ibu tak usah khawatir ” dokter itu menjawab. Aku pun di beri ASI pertma dari mamku * yk pastilah,dari mamaku,. klo bukan dari siapa coba?? Setelah itu papaku mengadzani. setelah beberapa hari mamaku di izinkan pulang ke rumah oleh dokter di bidan tersebut.

Setelah beberapa tahun atau bulan, aku lupa. Mamaku cerita bahwa, saat aku kecil aku pernah masuk kedalam kulkas dan tidur disana. * kok bisa yk? aku juga gak tau bisa gitu. Dengan kondisi kedinginan aku langsung di mandikan air hangat untuk membalikan suhu tubuhku ke normal. Mungkin kejadian itu yang membuat aku kebal akan dingin hahah … * tapi pernah tepar juga sih gara gara kedinginan hihihi… Saat itu aku tinggal bersama nenekku, saat aku sudah dewasa untuk bisa berjalan * buka desasa sih yk, balita mungkin yk. Aku biasa seperti anak anak normal lainnya bermain., kesawah, bermain bola, bermain tamia, dll. Saat aku masih kecil mungkina aku anaknya nakal yk, karena suka di marahi oleh nenekku, aku selalu di pukul dan anyak lagi, tapi aku anggap itu wajar karena aku merasakaan jengkelnya kaya gimana kalo ada anak bandel. Dulu aku selalu ngegeledak apa itu bahasa indonesianya yk.. hmmmm.. mungkin selalu jatuh menghadap belakang yk,  pokoknya itu lah, dan itu rasanya sakit, sakit dan sakit banget. Pastilah aku nangis sejadi jadinya orang jatoh kok masa ketawa. Suatu hari aku di belikan Tamia * saat itu lagi trend banget mobil tamia. Yang di belikan oleh omku, yang aku mendapatkan warna putih dan anaknya omku berwarna hitam, kita selalu main tamiya berdua, entah itu di track yang tersedia, atau kita main di lapangan bareng temen – temen yang punya tamia. * yang gak punya? yk liatin ajj, hahah boong, boong yang gak punya aku kasih pinjemlah aku kan anak baik bingitzzz bhaakkk!.

Ohhh iyakk,,, aku juga mempunyai 2 kaka. Kaka yang pertama, kaka perempuanku yang bernama Shanty dan kaka ke duaku yang cowok namanya Sandi. Munkin kalian akan ngira klo mereka kembar, tapi mereka gak kembar kok, waktu dulu katanya mamaku kakaku yang perempuan akrab banget sama kaka cowoku, tapi sekarang hmm.. sudahlah kalian pasti tau klo kaka sama adiknya gak akur kaya gmna, tapi mereka gak pernah aku emang, hahaha. Oke! lanjut lagi. Saat itu akukan punya mobil tamiya kan? Nah… ini mungkin sampai saat ini alasan aku benci dan muak sama kaka cowo aku gara gara, dia jual tamiaku diam diam ke temennya, sontak aku nangis kan, nyariin tamiaku yang hilang. * kok tau tamianya di jual, kan katanya diam diam? Nah.. aku tau karena aku lihat tamia yang sama percis saat aku main bareng temen temen di lapangan, dan temenku * lupa siapa namanya. Dia bawa tamia yang sama kaya yang aku punya, cuma. Mungkin dia ganti covernya jadi warna hitam klo gak salah, * covernya itu kaya pelindung tamianya, yang bisa di copot. Nah saat itu aku bilang kemamaku klo tamianya di jual sama kaka cowok aku, yang gak punya otak! gak tau malu udah jual tamiya pemberian omku!

” mama.. mama, si aa tuh jual tamiya gemal ke temennya ” aku ngadu ke mamaku yang lagi nonton saat itu ” heunte ma, eta mah nu manehna ” kakaku membela dirinya dia memakai bahasa sunda yang artinya ( engga ma, itumah punya dia ). ” ulah bohong maenh, kamana atuh tamiya nu si gemal?, ning bisa leungit kitu ” mamku nanya ke kakaku ( jangan bohong kamu! terus kemana taminya si gemal? kok bisa ilang ) ” tah, tamiana ” ( tuh tamianya ) kakaku melemparnya. ” ihhhhh,, kok cuma pelindungna doang, kemana tamianya ? ” aku menangis saat itu, ” tuh pan maneh mah kitu ka adi teh, maen jual jual wae, barang maneh lain atuh adihh ” ( tuh kan, kamu tuh suka main jual jual aja, barang punya kamu bukan adihh )* adih itu panggilan kaka cowoku kalo dirumah. Ya mungkin itu juga alasan aku dan kaka perempuanku gak suka sama kaka cowoku, tapi katanya aku suka digendong loh pas aku maish bai sama kaka cowokku, ahhhh … tapi tetep ajj dia udah jual tamiya kesayanganku pemberian omku.

….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s